Software Akuntansi

Cek Kesehatan Keuangan Usaha: 6 Indikator Financial Health di Orios

Tim OriosID — Tim produk dan onboarding OriosID · 2 menit baca

Laporan keuangan lengkap penting, tapi jarang dibuka setiap hari. Yang dibutuhkan pemilik usaha sehari-hari lebih sederhana: apakah usahaku sehat, atau ada yang mulai bermasalah?

Bagian Financial Health di Orios menjawabnya dengan enam indikator yang masing-masing diberi status Healthy, Warning, atau Critical.

Enam indikator

1. Posisi kas (Cash Position)

Perkiraan berapa hari kas masih cukup, dihitung dari saldo kas dibagi rata-rata pengeluaran harian. Semakin sedikit harinya, semakin dekat kamu ke masalah arus kas. Kalau hasilnya di bawah ambang yang kamu tetapkan, statusnya Warning atau Critical.

Ini indikator paling penting untuk usaha kecil, karena usaha yang untung di laporan pun bisa berhenti kalau kasnya habis.

2. Piutang (Receivable)

Kenaikan piutang tertunggak dalam persen dibanding bulan lalu. Piutang yang melonjak berarti penjualan bertambah tapi uangnya belum masuk. Kalau dibiarkan, kas mengering walaupun omzet tampak bagus.

3. Hutang usaha (Payable)

Rasio hutang usaha terhadap rata-rata pendapatan bulanan, dinyatakan sebagai kelipatan. Rasio yang tinggi menunjukkan hutang ke supplier sudah besar dibanding kemampuan usaha menghasilkan.

4. Pertumbuhan pendapatan (Revenue Growth)

Perubahan pendapatan dari bulan ke bulan dalam persen. Status Warning atau Critical muncul kalau pertumbuhannya di bawah ambang, misalnya saat penjualan terus turun.

5. Margin laba (Profit Margin)

Persentase laba bersih terhadap pendapatan. Margin yang menipis berarti biaya memakan porsi makin besar dari setiap rupiah penjualan.

6. Pertumbuhan biaya (Expense Growth)

Kenaikan biaya operasional dari bulan ke bulan dalam persen. Kebalikan dari pendapatan: statusnya memburuk kalau angkanya di atas ambang, karena biaya naik terlalu cepat.

Ambang yang bisa kamu atur

Batas Healthy, Warning, dan Critical bukan angka mati. Di pengaturan, kamu bisa menyesuaikannya dengan kondisi usahamu. Restoran dan toko bangunan tentu punya pola kas dan margin yang berbeda, jadi ambang yang cocok pun berbeda.

Tips menentukannya:

  • Mulai dari data historis. Lihat angka usahamu beberapa bulan terakhir, lalu tentukan batas yang masuk akal.
  • Jangan terlalu longgar. Ambang yang terlalu santai membuat peringatan tidak pernah muncul.
  • Evaluasi berkala. Perbarui ambang saat usahamu berubah skala.

Cara memakainya

  1. Lihat statusnya rutin, misalnya tiap awal pekan.
  2. Perhatikan indikator yang berubah, bukan hanya yang merah.
  3. Telusuri penyebabnya lewat laporan dan buku besar. Kalau margin turun, cek apakah harga pokok naik atau biaya operasional membengkak. Panduannya ada di artikel membaca laporan laba rugi dan neraca.
  4. Ambil tindakan kecil lebih awal, seperti menagih piutang atau menunda pembelian, sebelum jadi masalah besar.

Batasannya

Indikator ini adalah peringatan dini, bukan diagnosis lengkap. Status Healthy tidak berarti tanpa risiko, dan status Warning tidak berarti usaha akan gagal. Gunakan sebagai pemicu untuk melihat lebih dalam.

Akurasi angkanya juga bergantung pada kelengkapan pencatatan. Kalau banyak transaksi belum dicatat, indikatornya ikut menyesatkan. Pembukuan yang rapi adalah fondasinya, dan gambaran fitur pendukungnya ada di software akuntansi Orios untuk UMKM.


Ingin memantau kesehatan keuangan usahamu tanpa repot? Buat akun di OriosID atau lihat daftar harga.

Ada yang mau ditanyakan?

Tim kami biasa mendampingi UMKM dari awal sampai jalan. Cerita saja kondisi bisnismu.

Chat lewat WhatsApp

Baca juga