Cara Membaca Laporan Laba Rugi dan Neraca untuk Pemilik Usaha
Laporan keuangan sering terasa seperti dokumen untuk akuntan. Padahal pemilik usaha cukup memahami dua laporan untuk mulai mengambil keputusan yang lebih baik: laba rugi dan neraca.
Keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda, dan salah satu kesalahan paling umum adalah menganggap keduanya sama.
Laba rugi: untung atau rugi selama satu periode
Laporan laba rugi mengukur kinerja usaha selama rentang waktu, misalnya satu bulan. Susunannya sederhana:
- Pendapatan: hasil penjualan barang atau jasa.
- Harga pokok penjualan: biaya barang yang terjual.
- Laba kotor: pendapatan dikurangi harga pokok.
- Biaya operasional: gaji, sewa, listrik, pemasaran, dan sejenisnya.
- Laba bersih: yang tersisa setelah semua biaya.
Yang perlu kamu lihat:
- Laba kotor terhadap pendapatan. Kalau persentasenya turun dari bulan ke bulan, harga jual atau harga beli barangmu bergeser.
- Biaya operasional yang naik lebih cepat dari pendapatan. Ini tanda usaha membesar tanpa efisiensi.
- Laba bersih negatif. Belum tentu buruk kalau kamu sedang berinvestasi, tapi harus disadari penyebabnya.
Neraca: posisi pada satu tanggal
Neraca seperti foto keadaan usaha pada satu tanggal, misalnya akhir bulan. Isinya tiga kelompok:
- Aset: yang dimiliki, seperti kas, piutang, stok, dan peralatan.
- Kewajiban: yang harus dibayar, seperti hutang ke supplier.
- Modal: hak pemilik atas usaha.
Aturannya satu: aset = kewajiban + modal. Itu sebabnya neraca disebut seimbang. Kalau tidak seimbang, ada kesalahan pencatatan yang perlu dicari.
Yang perlu kamu lihat:
- Kas dibanding kewajiban jangka pendek. Apakah uang yang ada cukup untuk membayar tagihan dalam waktu dekat?
- Piutang yang membengkak. Penjualan sudah tercatat, tapi uangnya belum masuk.
- Stok yang menumpuk. Uang yang tertahan di gudang tidak bisa dipakai untuk hal lain.
Kenapa untung tidak sama dengan uang di kas
Ini yang paling sering membingungkan. Bayangkan sebulan ini kamu menjual Rp 50 juta, tapi Rp 30 juta di antaranya masih berupa piutang. Di laba rugi, pendapatanmu Rp 50 juta dan usaha terlihat untung. Di kas, yang benar-benar masuk hanya Rp 20 juta.
Laba rugi dan neraca perlu dibaca berdampingan: laba rugi menunjukkan apakah usaha menghasilkan, neraca menunjukkan apakah hasilnya sudah berbentuk uang atau masih tertahan di piutang dan stok.
Periksa neraca saldo dulu
Sebelum mempercayai laporan, periksa neraca saldo (trial balance). Ini daftar saldo semua akun dengan satu syarat: total debit harus sama dengan total kredit. Kalau tidak sama, laporan di atasnya pasti bermasalah, dan lebih baik dicari penyebabnya sebelum laporan dipakai.
Membacanya di Orios
Di software akuntansi Orios, laporan laba rugi dan neraca disusun otomatis dari jurnal, dengan beberapa pilihan format tampilan, termasuk versi detail dan versi dua sisi untuk neraca. Neraca saldo dan buku besar tersedia untuk menelusuri angka sampai ke transaksi asalnya. Ikhtisar fitur lainnya ada di software akuntansi Orios untuk UMKM.
Kebiasaan yang membantu
- Baca laporan tiap bulan, bukan hanya saat butuh pinjaman atau lapor pajak.
- Bandingkan dengan bulan sebelumnya. Tren lebih bermakna daripada angka tunggal.
- Telusuri angka yang aneh lewat buku besar, jangan langsung dianggap salah atau benar.
- Pisahkan keuangan pribadi dan usaha. Tanpa itu, laporan sulit dipercaya.
Sudah punya catatan tapi belum yakin bacanya benar? Tim OriosID bisa membantu meninjau laporanmu. Lihat daftar harga atau buat akun di OriosID.
Ada yang mau ditanyakan?
Tim kami biasa mendampingi UMKM dari awal sampai jalan. Cerita saja kondisi bisnismu.
Chat lewat WhatsApp