WhatsApp Flows: Formulir Interaktif di Dalam Chat untuk Pesanan, Reservasi, dan Survei
Banyak usaha yang menangani pesanan lewat chat mengalami masalah yang sama: pelanggan menulis pesanan dengan format masing-masing, admin harus bertanya ulang, dan datanya berserakan di ratusan percakapan.
WhatsApp Flows dibuat Meta untuk masalah itu. Alih-alih meminta pelanggan mengetik semuanya, kamu mengirim satu formulir yang terbuka di dalam chat.
Apa itu WhatsApp Flows
WhatsApp Flows adalah fitur di WhatsApp Business API yang menampilkan layar formulir di dalam aplikasi WhatsApp. Pelanggan mengetuk satu tombol, mengisi kolom, memilih opsi, lalu mengirim. Semuanya terjadi tanpa membuka browser atau aplikasi lain.
Karena struktur isiannya sudah ditentukan, datanya rapi: satu kolom untuk nama, satu untuk tanggal, satu untuk pilihan paket. Tidak ada lagi pesanan yang harus ditafsirkan.
Contoh pemakaian
- Pesanan: pilih produk, jumlah, dan alamat pengiriman dalam satu formulir.
- Reservasi: pilih tanggal, jam, dan jumlah orang untuk restoran atau klinik.
- Pendaftaran: kumpulkan data calon peserta kursus atau pelanggan baru.
- Survei kepuasan: beberapa pertanyaan singkat setelah transaksi selesai.
- Pengajuan layanan: keluhan atau permintaan servis dengan kolom yang sudah terstruktur.
Kapan Flow bisa dikirim
Ini aturan yang paling sering terlewat.
Di dalam jendela 24 jam. Begitu pelanggan mengirim pesan, jendela layanan 24 jam terbuka. Selama itu kamu bisa mengirim Flow langsung sebagai pesan interaktif, tanpa template dan tanpa biaya deposit untuk pesan bebas. Penjelasan soal jendela ini ada di artikel cara kerja biaya WhatsApp Business API.
Di luar jendela 24 jam. Kamu harus memakai template yang memuat tombol Flow. Template itu perlu disetujui Meta lebih dulu, dan pengirimannya ditagih sesuai kategorinya. Cara menyusun template yang disetujui dibahas di artikel template.
Dari draf sampai dipakai pelanggan
Di Orios WACRM, siklus hidup sebuah Flow terdiri dari beberapa tahap:
- Draf. Kamu menyusun Flow dan menyimpannya. Draf boleh belum lengkap, jadi bisa dikerjakan bertahap.
- Kirim ke Meta. Flow dibuat di Meta, isinya diunggah, lalu divalidasi. Untuk tahap ini isinya harus benar. Kalau ada yang salah, draf tetap tersimpan dan kamu bisa memperbaikinya lalu mengirim ulang.
- Pratinjau. Meta memberi tautan pratinjau untuk mencoba tampilan Flow. Tautan ini kedaluwarsa, jadi diminta ulang setiap kali dibuka.
- Publish. Flow dipublikasikan dan siap dikirim. Langkah ini permanen: setelah publish, Flow tidak bisa diubah lagi.
- Nonaktifkan. Kalau Flow sudah tidak dipakai, statusnya bisa diubah menjadi deprecated sehingga tidak bisa dikirim lagi.
Cara merevisi Flow yang sudah dipublikasikan
Karena Flow yang sudah publish tidak bisa diedit, gunakan fitur duplikat. Flow disalin sebagai draf baru, kamu ubah, lalu publish sebagai versi berikutnya. Flow lama bisa dinonaktifkan setelah versi baru berjalan.
Melihat jawaban pelanggan
Saat pelanggan menyelesaikan formulir, jawabannya masuk lewat webhook dan tersimpan di dashboard, dikelompokkan per Flow. Kamu bisa membacanya dari satu tempat tanpa menggulir percakapan.
Tips supaya Flow dipakai
Pendek lebih baik. Setiap layar tambahan menurunkan jumlah pelanggan yang menyelesaikan. Tanyakan hanya yang benar-benar kamu butuhkan.
Beri pengantar yang jelas. Pesan yang membawa tombol Flow perlu menjelaskan apa yang akan terjadi, misalnya "Silakan isi form singkat ini ya." dan tombol yang jelas seperti "Buka Form".
Uji sebelum publish. Karena tidak bisa diubah setelah publish, pakai pratinjau dulu dan coba dari HP sendiri.
Gabungkan dengan CRM. Jawaban formulir paling berguna kalau langsung menjadi prospek atau pesanan yang ditindaklanjuti. Di Orios WACRM, data percakapan dan pipeline penjualan ada dalam satu tempat.
Ingin mencoba Flow untuk pesanan atau reservasi usahamu? Ceritakan alurnya, dan tim OriosID bantu menentukan kolom yang perlu ada. Lihat juga WhatsApp Business API di OriosID.
Ada yang mau ditanyakan?
Tim kami biasa mendampingi UMKM dari awal sampai jalan. Cerita saja kondisi bisnismu.
Chat lewat WhatsApp